
Apalagi, “saat itu masih masa Orde Baru, jadi memang tidak ada upaya maksimal melindungi TKI,” tambah Anis.Menurut Anis, tragedi hidup Ati menjadi alasan mengapa kita patut curiga ketika jasad tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat yang meninggal di Malaysia dipulangkan dalam kondisi tak wajar.
Tiga buru migran tersebut, Herman, Abdul Kadir Jaelani, dan Mad Noon, dinyatakan tewas akibat tembakan aparat Malaysia. Mereka diduga hendak merampok dan menyerang aparat. Meski akibat kematian disebut berbeda: Herman akibat luka tembak di kepala, Abdul Kadir dan Mad Noon akibat tembakan berganda, perlakukan pada jasad mereka sama.
Ada jahitan di tengah dada mereka, lalu melintang di bagian dada dan perut. Dan, yang paling mencurigakan adalah ada jahitan di bagian mata mereka. Diduga, organ mereka dipreteli. “Mata yang dijahit mengundang pertanyaan besar. Pengalaman selama Migrant Care mendampingi pemulangan jenazah, tak pernah menemukan mata yang dijahit, meski korban telah diotopsi sebelumnya,” kata Anis.
Untuk itulah, Migrant Care dan pihak keluarga mendesak dilakukannya otopsi ulang pada para jenazah. Agar terang dan jelas, apakah mereka korban perdagangan organ seperti dugaan sebelumnya. Juga untuk melihat luka tembak yang menewaskan mereka.
Jika benar organ mereka diambil tanpa izin, Anis menambahkan, kuat dugaan telah terjadi kejahatan perdagangan manusia. “Ini kejahatan transnasional, harus ada kerjasama antara kepolisian Indonesia dan Malaysia. Harus ada proses yang adil, karena TKI di Malaysia dianggap kelas tak penting.” Dikhawatirkan ada tren yang membuat TKI menjadi ladang organ tubuh.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Artikel Aneh
dengan judul Sadis! Organ TKW Diambil, Diganti Keresek Di Malaysia. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://publixnews.blogspot.com/2012/04/sadis-organ-tkw-diambil-diganti-keresek.html. Terima kasih!
Ditulis oleh:
publixnews - Selasa, 24 April 2012

Belum ada komentar untuk "Sadis! Organ TKW Diambil, Diganti Keresek Di Malaysia"
Posting Komentar